Ada apa dengan corona?

Hai dunia, ini tulisan pertamaku. Aku yang masih diselimuti kebodohan, tak tau apa yang mesti ku tulis, tak faham akan dunia blogging, tak mengerti teknik menulis, dan tak yakin apakah aku berbakat dalam menulis. Yang jelas kutulis saja dulu, siapa tau nanti jadi kegiatan yang bermanfaat, terutama di tengah pandemi dan ditengah menurun drastisnya grafik keuangan pribadiku. Jika ada kata dan kalimat sumbang, mohon saran dan kritik membangun di kolom komentar. Aku masih muda belia di dunia blogging, menghaturkan terimakasih dan SELAMAT DATANG DI BLOG AKU Semoga bermanfaat.


Kurang lebih sudah hampir setahun sudah negri ini "disinggahi" virus bernama covid-19 atau lebih populer disebut corona, virus yang menyebabkan pandemi cukup panjang walaupun masuknya tak di impor dari negara produsennya. Sepak terjang si covid sungguh mengerikan ribuan nyawa jadi korbannya bahkan jutaan jika dihitung diseluruh dunia. 


Bak bazzooka sekali tarik pelatuk segerombolan kena cipratan bengisnya, bentuknya yang tak nyata dengan mata, susah dihindari apalagi berkelit. Dunia merana karna ulahnya, tak terkecuali negri ini yang awalnya sedikit jumawa. 

Apa lacur,, si covid tlah merajalela, dari kawasan elit hingga dusun udik, dari sikaya hingga si miskin, siapa berani hadang,,, ? rasanya malaikatpun enggan turun tangan. 


Ya sudahlah,,, mari tinggalkan cerita itu, makin panjang jika disambung, mungkin sepanjang derita para pekerja yang di phk, pedagang yang tak berjualan, pengais rezki harian yang tak bisa keluar rumah, atau,, ? ya sudahlah,,


Cerita baru kita adalah asa, penguasa negri ini telah melahirkan kebijakan yang patut diceritakan, senjata dan tameng telah mereka buat, dirumah saja, masker, faceshield, cuci tangan, social dan phisical distancing, psbb hinga new normal life yang paling teranyar. 


Sepatutnya sedikit apresiasi layak kita coba berikan, tak mudah bagi mereka, tanggung jawab kadang melahirkan cela, kritik yang tak sahih jika tak ada. 

Cerita selanjutnya adalah kita, yang masih abai dengan semua anjuran penguasa,  kita yang masih menyimpan sentimen politik, kita yang masih belum dewasa menghadapi badai, kita yang masih "maunya menang sendiri".


Si empunya virus sanggup berjuang karna penguasa dan rakyatnya satu kata. Mungkin tak lama lagi mereka akan mengibarkan bendera kemenangan. Coba lihat diri kita! Apalah jadinya jika Yang Maha Kuasa mentakdirkan lahirnya virus ini di negri kita. Siapa yang akan mengurusnya? Bahkan sekarangpun mungkin kita sudah tak ada, kalah dengan si virus yang akan pongah dengan lawan yang tak setara, sikap abai, atau terpaksa dibilang bandel adalah yg akan "meng-underdog" kita dimata virus bernama covid-19, atau kita terima saja slogan "begitulah negri+62",  apa saja (mungkin) bisa terjadi di negri ini,  banjir jadi hiburan, bencana jadi tontonan, derita orang jadi status ke "eksis"an.lalu apa,,,,,? 


Sekaliber corona pun tak akan membuat gentar para-para yang mungkin bertanya ada apa dengan corona?..... Mending ada apa dengan cinta lebih menarik bagi mereka.


Cerita penutup hanya do,'a Semoga corona cepat minggir, saya gak mesti begadang bikin cerita, bisa kerja seperti biasa. 


Ini yang pertama belum tau setelah corona.  



M💕💕E💕💕S



Share this:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 Rahasia Pria Yang Jarang Diketahui Wanita

mati

Self healing Terbaik Pasca Putus Cinta