Penyebab Wanita Trauma Jatuh Cinta (Lagi)

Menikmati hiruk pikuk hidup sendirian tanpa adanya cinta tentu bukan pilihan yang bijaksana untuk kesehatan hati dan persekutuannya. Hati butuh tangan untuk membimbingnya saat malam buta tanpa cahaya bintang dan rembulan. Hati butuh bahu tempat menyandarkan keluh kesah dan duka lara. Hati juga butuh obor penerang saat tersesat dan tak menemukan jalan pulang.


Jika kesendirian di deklarasikan sebagai sebuah bentuk piagam kemerdekaan hati dari cinta. Maka ranah hati yang pernah terjajah cinta, pernah juga didera nestapa, buah maha pahit dari program koloni rasa dan imperealisme cinta yang memperbudak asmara.


Kaum penjajah cinta mungkin pernah meninggalkan luka menganga teramat dalam. Tak terobati doa dan sabda pujangga. Bekasnya masih ada hingga tak pernah terlalu sembuh untuk disembunyikan.


Hati yang dulu pernah berbunga-bunga ditawan dan disandera cinta tak pernah ingin merdeka dan mengusir cinta. Saat itu hati bagai di atas awan, terbang lebih tinggi dari burung, melayang di sela rona pelangi, menghirup aroma senja di ujung ufuk.


Hati belum merasa lelah kepakan sayap asa kendati menjulang langit. Hingga hati lupa hinggap kembali di dahan dunia nyata. Angkasa yang bertabur cahaya cinta dan semilir asmara, membutakan hati hingga titik terkelam.


Lalu saat badai prahara datang, hati mimilih untuk percaya atas nama cinta. Merelakan kecewa atas sikap dia. Karena dalam nya benih cinta yang telah di tanam, yang berharap kejujuran dalam setiap helaan nafas cinta.


Tanpa disangka, datangnya prahara adalah tanda keberangkatan cinta untuk pergi meninggalkan hati dan tak meninggalkan pesan untuk kembali. 


Secarik cinta yang dulu bersemi serasa abadi, kini menggigil dalam dinginnya rindu dan sakit hati. Cinta hanya menampakkan punggung tanpa salam perpisahan. Cinta yang telah menghadiahkan bahagia dan ceria kini berangkat menemui harapan lain di sebrang pulau.


Tinggal lah hati dengan air mata kecewa di khianati cinta. Tak tau kemana harus beranjak pergi dan akhirnya memilih untuk bersunyi diri dalam diam dalam sendiri.



Hati yang tertanam dalam raga seorang wanita diciptakan yang maha kuasa untuk menampung cinta. Membentuk persekutuan yang  bersifat saling mengisi dan melengkapi hingga lahir deklarasi dan pada akhirnya nanti, meniti arah untuk keberlangsungan kehidupan di muka bumi.


Namun sayang, dinding hati seorang wanita begitu lembut dan sangat rapuh, mungkin karena bahan dasarnya kasih dan sayang dalam satu jalinan tak terpisah. 


Saat terluka apalagi tersayat kejamnya cinta, sulit sembuhnya dan kembali seperti semula. Maka pilihan untuk mengungsikan hati dari cinta dan membawanya jauh pergi dalam sendiri adalah pilihan si wanita yang tak akan pernah kembali bersama hati yang lama.


Baca juga tulisan lain tentang wanita Sifat Dan Sikap Wanita Yang Tidak Disukai Pria


Dan bagi kalian para arjuna yang sering mencuri hati mereka. Pastikan kalian jaga hatinya dari lara dan kecewa. Jangan pernah berhenti menyumbang bahagia dalam jenis apa saja. Karena saat hati mereka telah terluka, darahnya akan terus mengalir, hingga sang luka tak pernah mengering dan terus menganga.



Beberapa Penyebab Yang Menjadikan Wanita Trauma Untuk Kembali Jatuh Cinta


Pernah Dilukai, Disakiti, Dikecewakan Dan Dikhianati



Luka akibat cinta yang kata orang dalamnya hampir menyaingi palung samudra, sudah barang tentu meninggalkan bekas yang tak gampang di hapus begitu saja. Bekas kenangan pahit cinta yang diseduh jadi air mata, akan tetap tersaji di beranda jiwa di tiap pagi dan tiap senja hari.


Wanita bila telah terluka hatinya, akan sulit untuk kembali berdamai dengan sahaja. Mereka akan mengurung dan menutup diri rapat-rapat dari cinta yang masih lalu lalang di depan mata.


Wanita tak secepat itu bisa kembali dari duka. Dukungan sahabat dan orang terdekat hanya akan diterima untuk dijadikan sandiwara perintang masa. Padahal sesungguhnya mereka masih berjuang melawan luka dan kecewa yang tak jarang mengundang tetesan air mata.


Lalu sampai pada satu masa, dimana bagi wanita, cinta tak diperlukan lagi, karena hanya akan mendatangkan kecewa dan air mata. Mereka akan memilih menanam kenyamanan dalam kesendirian, walau tak akan ada hasil untuk kelak dituai dan dipanen.


Pengalaman Yang Bersumber Dari Orang Terdekat Yang Pernah Gagal Dalam Membina Cinta



Pengalaman tentu adalah harta yang paling berharga. Dari pengalaman kita bisa belajar banyak hal, baik yang berguna atau bahkan yang menyakitkan hati sekalipun. Pengalaman memberi andil bagi kita agar tak kembali salah dan serupa yang dulu. Maka tak salah bila pengalaman dihargai cukup mahal dari apa saja.


Tak terkecuali bagi wanita. Perselisihan orang tua yang berujung kepada perceraian kadang teradopsi hati mereka untuk menciptakan tanggul penghalang cinta.


Barangkali mereka merasa, betapa pedihnya melihat perpisahan orang tua. Betapa berat langkah seorang wanita setelah itu. Penghayatan batin yang dalam akan prahara, menjadikan hati wanita terbelenggu untuk menerima cinta yang ingin bertamu.


Menutup rapat seluruh pintu dan jendela hati adalah pilihan yang diambil sang wanita, agar tidak merasakan luka dan sakit yang sama.


Selalu Gagal Menata Hati Kembali



Sakit karena kecewa dan di khianati cinta kadang tak bisa sembuh dengan sendirinya. Butuh waktu yang panjang memberi kata penutup bagi luka hati.


Tak jarang banyak wanita yang gagal menata kembali hati yang tersayat luka cinta. Membasuh dan membalutnya sering menjadi sia-sia, karena hati wanita hanya mampu bangkit saat rasa percaya bisa didatangkan dan sanggup meyakinkan hati.


Gagal, dan gagal lagi menyusun kembali asa dalam cinta yang telah tercecer entah kemana saja. Sakit yang terlalu larut menjadikan hati wanita tak pernah berhasil berdamai dengan cinta yang baru dan akan lahir.


Jadilah hati yang masih tetap berceceran darah luka asmara. Menatanya untuk kembali hadir dipercaturan cinta serasa berat bahkan mustahil. Begitulah hati seorang wanita.


Sejujurnya Mereka Masih Belum Bisa Melupakan Mantan



Belum sepenuhnya move on dari cerita cinta lama dan mantan kekasih, tentu bisa mendera siapa saja, tak terkecuali pada wanita yang memiliki keaslian dan kemurnian cinta dua puluh empat karat.


Cinta yang telah lama usai belum bisa ditutup ceritanya dan dilupakan aktor utamanya. Mungkin dulu cinta memberi bekas bahagia yang masih meninggalkan kesan penyesalan terdalam. Dia yang dulu pernah singgah dan melukis cerita indah menggoreskan suratan takdir cinta di sanubari terdalam.


Walau dulu dia pernah memberi kecewa dalam sikapnya yang tak menyertakan kejujuran dalam cinta, namun tak cukup memberi andil untuk proses melupakan sejarah cinta.


Cinta dan ceritanya masih eksis direlung hati, mengusirnya untuk pergi begitu saja bukan perkara gampang bagi wanita. Mungkin lantaran cinta mereka tak pandang dunia, atau kisah cinta wanita dan si mantan terlalu manis untuk dilupakan dan terlalu indah untuk dibayangkan dan diingat kembali.


Lalu kenangan seperti apa, dan mantan yang bagaimana yang bisa dimasukkan ke keranjang sampah memori wanita ?

Entahlah,,,


Cuma mereka yang tau pasti jawabnya. Mereka yang masih menyandera hatinya dari cinta yang baru, dan mengekalkannya hingga tak ada tempat di ruang hati untuk sebuah nama kekasih baru, yang mungkin saja telah berjalan cukup jauh mencari cinta.



Takut Gagal Dan Kecewa Lagi



Tak ada manusia yang mau gagal dari kesalahan yang sama. Wanita dalam mencinta tak terkecuali adanya. Kegagalan dalam membina cinta pasti menempatkan rasa kecewa maha sempurna dalam perasaan wanita.


Perilaku hati yang dulu mudah menerima cinta, tentu akan berubah menjadi dingin dan ber kerangkeng kewaspadaan akan datangnya kecewa. Sakit yang dulu dihadirkan cinta tak ada obat penawar paling mujarab menyembuhkannya.


Wajar saja ada ragu dan ketakutan bahkan fobia untuk jatuh cinta dan merendanya. Pahit empedu cinta masih meninggalkan jejak rasa dan tak dapat dihindari mengecapnya secara tak sengaja.


Wanita cenderung jujur dengan hatinya, senang ya senang, sakit ya sakit. Mereka gambarkan itu secara sempurna dalam gestur dan tingkah laku. Mereka tak pernah mengingkari hati, walau kadang berusaha menyembunyikan luka hati tersebut sejauh mungkin.


Saat hati mereka ceria seluruh duniapun akan ikut bahagia. Namun saat mereka terluka hanya mereka sendiri yang mengembannya hingga dunia lupa dengan cerita mereka.


Wanita memang menguasai cara menggunakan hati nya, tak seperti pria pada umumnya. Mereka ahli dalam menghayati setiap rasa yang mendera hati. Mereka dominan bersikap dari suasana hati.


Maka saat hati itu terluka, bekasnya akan lama hilang dan mengering. Apalagi luka yang disebabkan cinta, jauh lebih sakit hingga mungkin menciutkan nyali hati untuk merona lagi.


Begitulah hati wanita, mungkin si empunya lupa, bahwa mencinta tak mesti terlalu dalam dan terlalu larut, karena sakit yang di produksi cinta, lama sembuhnya.


Baca juga tulisan sebelumnya tentang tanda wanita setia di sini





M💔💔E💔💔S









Share this:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 Rahasia Pria Yang Jarang Diketahui Wanita

9 Red Flag In Relationship (Kekerasan Dalam Pacaran)

Perawan Di Sarang Diskriminasi Berkerangkeng Patriarki Dan Feodalisme